Profil Pondok Pesantren

Ringkasan sejarah, perkembangan, sanad keilmuan, dan nilai-nilai kepesantrenan Asy-Syifaa Wal Mahmuudiyyah.

Deklarasi 24 Agustus 2000 Simpang, Haurngombong, Sumedang Ahlussunnah Wal Jama'ah
BAB I

PENDAHULUAN

1. Latar Belakang

Agama Islam adalah rahmat bagi seluruh alam. Hanya dengan Islam, manusia bakal hidup selamat, bahagia dan mulia di dunia dan akhirat. RosuluLLOOH SAW bersama para Sahabat dan orang-orang yang beriman sesudahnya telah membuktikan bahwa hidup dengan cara Islam telah mampu mewujudkan pola kehidupan yang aman, damai dan sejahtera bagi ummat Islam pada khususnya dan umat manusia pada umumnya.

Foto Bangunan Pesantren Asy-Syifaa
Gedung Pusat Asy-Syifaa

Ketika itu, umat Islam benar-benar telah menjadi poros kehidupan yang menakjubkan. Kesemuanya itu bisa terjadi karena RosuluLLOOH SAW bersama para Sahabat dan orang-orang yang beriman sesudahnya mampu menerapkan pola kehidupan yang diatur oleh syari’at Islam.

Bagaimana dengan umat Islam sekarang? Secara jujur tampaknya Era globalisasi yang menguat telah membawa dampak yang tidak hanya menggembirakan karena memberi sejumlah harapan, melainkan juga dampak negatif yang justru memprihatinkan. Pola ucap dan tingkah laku umat Islam saat ini banyak yang belum menampakkan keberhasilan internalisasi nilai-nilai Islam.

Pendirian Pesantren:
Berdasarkan pada hal di atas, pada tanggal 24 Jumadil Awwal 1421 H bertepatan dengan tanggal 24 Agustus 2000 M, secara formal dideklarasikan dihadapan publik oleh Abuya pada momentum Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Alun-alun Sumedang didirikannya Pondok Pesantren, Majlis Ta'lim dan Da’wah yang diberi nama Asy-Syifaa Wal Mahmuudiyyah.

Pesantren ini berdiri di atas faham Ahlussunnah Wal Jama’ah dan menganut salah satu dari empat mazhab:

Mazhab Syafi’i
Mazhab Hanafi
Mazhab Maliki
Mazhab Hambali

2. Makna Asy-Syifaa Wal Mahmuudiyyah

Menurut Abuya, penamaan Asy-Syifaa Wal Mahmuudiyyah tujuannya supaya tempat tersebut menjadi tempat pengobatan kegelisahan ummat di tengah hiruk pikuknya kehidupan masa kini.

3. Tujuan, Asas dan Sifat

a. Tujuan

b. Asas

Asas Pesantren

Laa ilaaha illALLAAH MuhammadurrosuuluLLOOH

c. Sifat

Jama’ah / santri (ikhwannya) bersifat terbuka bagi setiap muslim, bersifat sukarela, tidak membedakan suku dan ras. Pesantren ini bukan organisasi sosial politik.

BAB II

Perkembangan Pembangunan Fisik

1. Pendirian Pondok Pesantren

Pondok Pesantren, Majlis Ta'lim dan Da’wah Asy-Syifaa Wal Mahmuudiyyah awalnya didirikan oleh Ayahanda Abuya yakni Al-’Alim, Al-’Allamah K. H. Ahmad Toha Mustawi Al-’Arif Billah bin Al-’Alim, Al-’Allamah K. H. Muhammad Hasan Manafi Al-’Arif Billah. Pesantren ini mulai berdiri di Jl. Raya Soreang – Cipatik Km 8,6 Kampung Badaraksa Desa Jelegong Kecamatan Kutawaringin Kabupaten Bandung.

Pondok Pesantren kemudian tumbuh dan berkembang dengan pesat dan berdiri cabangnya di:

2. Pengembangan Pondok Pesantren

Sehubungan dengan tuntutan kebutuhan, Abuya memandang bahwa Pondok Pesantren perlu dikembangkan menjadi lebih besar yang sekaligus menjadi pusat kegiatan. Setelah melalui proses pengkajian yang cukup panjang dan mendasar oleh Abuya termasuk melalui Shalat Istikhoroh yang sampai 3 tahun, maka dipilihlah lokasi di Kampung Simpang Desa Haurngombong Kecamatan Pamulihan Kabupaten Sumedang.

Tanah seluas 2 hektar ini merupakan wakaf dari Bapak H. Munadi, ST. (Bapak H. Suwandi, ST.) dan Ibu Hj. Wiwi binti H. Oyod Samsudin.

Kondisi Awal:
Berdasarkan kajian kasat mata saat survei lapangan (21 Shafar 1431 H / 6 Februari 2010 M), lokasi ini sungguh cukup berat. Kondisi tanah tidak rata, berbukit kecil, dan berada di pinggir tebing.

Ada proses yang “unik” ketika Abuya mengajak salah seorang Pengurus dan pemilik lahan melihat-lihat (mendo’akan) calon lokasi pesantren yang dilaksanakan pada malam hari kira-kira jam 02.00 WIB sampai dengan Subuh dengan penerangan lampu sederhana. Blusukan (apruk-aprukan) di tengah lahan sawah dan lahan kering yang cukup renjul (tidak rata).

Langkah berikutnya adalah sosialisasi rencana pembangunan, perataan tanah dengan alat berat (doser), hingga pembangunan Saung Pertemuan sederhana dari bambu sebagai tempat awal pengajian dan koordinasi.

3. Peletakan Batu Pertama

Mengawali pembangunan fisik pondok pesantren, dilaksanakan peletakan batu pertama oleh Ulama Besar kelas internasional, yaitu Yang Mulia Al Alim Al ‘Allaamah Adda’I IlALLAH Al Habib Umar Bin Muhammad Bin Salim Bin Hafidz (Rektor Pusat Studi Islam Darul Musthofa Tarim Yaman) pada hari Selasa, 28 Muharram 1432 H (3 Januari 2011 M).

Dalam acara tersebut, beliau berharap pesantren ini menjadi ”Pabrik Ulama dan Wali Allah”. Ada bisyaroh yang menggembirakan saat itu, yaitu munculnya awan bertuliskan lafadz Allah yang disaksikan oleh para hadirin dan sempat dimuat media cetak lokal.

Sekilas Profile Al-Habib Umar

Sosok Al-Habib Umar Bin Muhammad Bin Salim Bin Hafidz merupakan anugerah besar bagi muslimin saat ini. Beliau lahir di Tarim, "Kota Seribu Wali", pada Senin, 4 Muharram 1388 H (27 Mei 1963 M).

Nasab beliau bersambung langsung kepada Rasulullah SAW melalui jalur Sayyidina Husein r.a. Beliau mendirikan Pondok Pesantren Darul Mustafa di Tarim pada tahun 1993 M dengan tujuan mengajarkan ilmu secara talaqqi, menyucikan diri, dan berdakwah. Murid beliau tersebar di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

4. Bangunan Khas Daerah / Negara

Pencanangan pembangunan fisik dimulai dengan bahan bambu pada 16 Oktober 2011. Abuya berencana membuat bangunan pondokan santri dengan desain khas bangunan daerah atau khas negara masing-masing. Tujuannya agar santri merasa betah, sekaligus meningkatkan rasa persatuan bangsa dan internasional.

Salah satu yang unik adalah bangunan berbentuk Rumah Gadang (Minang). Konsep ini dipilih karena Abuya mencintai Padang dan bertabaruk kepada Syekh Yasin Al-Fadaani (Musnid Dunia).

Bangunan-bangunan ini berada di dataran tinggi, sehingga terlihat jelas dan unik dari kejauhan. Beberapa fasilitas yang telah dibangun meliputi Masjid, Gedung Multi Fungsi Raudhah (gaya Makkah-Madinah), gazebo (saung), asrama, hingga helipad.

5. Sumber Dana Pembangunan

Pondok Pesantren hampir sepenuhnya dibangun dengan dana dari Abuya, Jama’ah, dan simpatisan. Hal ini dipandang penting agar semua merasa memiliki dan mendapatkan pahala jariyah, serta menjaga keberkahan ilmu karena terhindar dari dana syubhat.

Dana dihimpun melalui infaq langsung, gelar sorban saat pengajian, Kotak Tabungan Masa Depan, dan transfer bank. Pihak pesantren tidak menerbitkan proposal pembangunan, namun menerima dukungan ikhlas berupa materi, tenaga, maupun doa.

Catatan: Satu-satunya bangunan pemerintah adalah RUSUNAWA (2013) dari Kementrian Perumahan Rakyat RI yang diterima dalam kondisi sudah jadi.

BAB III

Perkembangan Kepesantrenan

1. Pesantren Kelas Dunia

Dengan peletakan batu pertama yang monumental oleh Yang Mulia Al Habib Umar Bin Hafidz, Abuya berharap pesantren ini menjadi sarana untuk mencetak santri-santri dari seluruh penjuru dunia yang menjadi Ulama Rabbani.

Lulusannya diharapkan berkualitas internasional, sejajar dengan lulusan pesantren kelas dunia seperti di Tarim (Yaman), Mesir, Makkah, dan Madinah. Tujuannya adalah mendorong terwujudnya tatanan kehidupan global yang "Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghafuur".

Sistem Terpadu

  • Integratif: Kesatuan peran orang tua, pesantren, dan masyarakat.
  • Materi: Paduan ilmu agama (Ulumuddin) dan ilmu umum (Science) untuk memperkokoh aqidah.
  • Holistik: Pengembangan Spiritual (Ruhiyyah), Intelektual (Akal), dan Keterampilan.
  • Metodologi: Transfer pengetahuan sekaligus transfer nilai (Uswah).

Makna Internasional

  • Pendidik: Lulusan pesantren bertaraf internasional (Yaman, Mesir, Makkah).
  • Santri: Diharapkan datang dari seluruh penjuru dunia.
  • Bahasa: Pengantar Bahasa Indonesia, Arab, dan Inggris.
  • Kualitas: Standar kompetensi lulusan sejajar dengan kiblat pendidikan Islam dunia.

Dalam upaya membangun pesantren bertaraf Internasional, Abuya telah mengirim tiga Mu’alim putra beliau ke Hadramaut Yaman pada 8 September 2017 M, yaitu: Mu’alim Muhammad Idris As-Syafi’i, Mu’alim Syarif Muhammad Al-Hasani, dan Mu’alim Muhammad Tsabit.

2. Aspek Legalitas Pesantren

Badan Hukum Yayasan:

  • SK Kemenkumham RI No: AHU-46.AH.01.04. Tahun 2014.
  • Pembaruan SK Kemenkumham No: AHU-AH.01.06-0002651 (2020).

Izin Operasional Pesantren:

  • Piagam Kemenag Kab. Sumedang No: 5321113001.
  • SK Dirjen Pendis No: 5791.

3. Tujuan & Karakter Santri

Tujuannya adalah membentuk anak didik menjadi hamba Allah yang shaleh secara individual dan sosial, serta memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan sesuai zamannya.

9 Karakter Pribadi Muslim

سليم العقيدة
1. Salimul Aqidah
Aqidah yang bersih
صحيح العبادة
2. Shahihul Ibadah
Ibadah yang benar
متين الخلق
3. Matinul Khuluq
Akhlaq yang kokoh
قوي الجسم
4. Qawiyyul Jism
Jasmani yang kuat
مثقف الفكر
5. Mutsaqqoful Fikri
Intelek dalam berfikir
مجاهدة النفس
6. Mujahadatun Nafsi
Berjuang melawan hawa nafsu
حريص على الوقت
7. Harishun 'alal Waqti
Pandai menjaga waktu
قدير على الكسب
8. Qodirun 'alal Kasbi
Memiliki kemandirian
نافع لغيره
9. Naafi’un li Ghoirih
Bermanfaat bagi orang lain

4. Program Unggulan

Foto Kegiatan Belajar Santri
Foto Kegiatan Belajar / Halaqah
Kegiatan Halaqah Santri

A. Unggul dalam Mafahiim (Wawasan)

No Mata Pelajaran Fann / Arab
1Ilmu Tauhid / Ideologiفن التوحيد
2Ilmu Fiqihفن الفقه
3Ilmu Tasawwuf, Adab & Akhlaqفن التصوف والأداب والأخلاق
4Ilmu Ushul Fiqihفن اصول الفقه
5Ilmu Tajwidفن التجويد

B. Unggul dalam Tahfidz (Hafalan)

No Kitab / Surat Nama Kitab (Arab)
1Tanwirul Qulubتنوير القلوب
2Jurumiyyah & Alfiyyahجرومية بالالفية
3Bab Tashrifباب التصريف
4Riyaadus Sholihinرياض الصالحين
5Safinah an-Najaسفينة النجا
6Juz ‘Amma & Surat Pilihan*جزء عم وسور مختارة

*Surat Pilihan: Al-Baqoroh, Ali-Imran, An-Nisa, Al-Maidah, Al-An'am, Al-Kahfi, Yaasin, Al-Waqi'ah, As-Sajdah, Ad-Dukhon, Al-Mulk, Juz 29.

C. Unggul dalam Amaliyyah (Realisasi)

5. Perkembangan Santri

Pesantren memulai penerimaan santri baru pada tahun ajaran 1434 H / 2013 M dengan jumlah awal 35 santri.

Alhamdulillah, pada tahun ajaran 1441 H / 2020 M, terjadi peningkatan yang sangat signifikan:

980
Santri Unggulan
400
Santri Khidmah
51
Pengajar (Mu'alim/ah)

Catatan: Saat ini pesantren fokus penuh pada pendidikan kepesantrenan (mencetak Ulama Rabbani) dan belum menyelenggarakan pendidikan umum formal di pagi/siang hari.

BAB IV

Silsilah Sanad Keilmuan

Abuya K.H. Muhammad Muhyiddin
Abuya K.H. Muhammad Muhyiddin

Guru-Guru Beliau

Berikut adalah para Masyaikh dan Ulama Besar tempat Abuya K. H. Muhammad Muhyiddin Abdul Qodir Al-Manafi, MA menimba ilmu dan mengambil sanad keilmuan secara langsung (talaqqi):

1
K. H. Ahmad Thoha Mustawi ra.
2
K. H. Aceng Bojong ra.
3
K. H. Muhammad Yahya ra.
4
K. H. Agus Qistolani ra.
5
K. H. Khoer Affandi ra.
6
K. H. Aang Syatibi ra.
7
Habib Abdullaah Bin Abdul Qodir Bilfaqih ra. Malang
8
As Sayyid Muhammad Alwi al Maliki ra. Mekah
9
Syekh Miskin al Misri ra.
10
Al Habib Ali Bafaqih
11
Al Habib Ahmad Al Kaff Al Jufri ra. Madinah
12
Syekh Ismail Bin Muhammad Al Yamani Al Makki ra. Yaman
13
Syekh Yasin Al Fadani ra. Mekah
14
Syekh Muhammad Amin Hariri Asy Syafi’i Al Makki ra.
15
Syekh Abdurrahman Bin Abdil Hayyi Al Kattani ra.
16
Syekh Madani Al Madani ra.
17
Al Habib Muhammad Bin Alwi Al Idrus ra.
18
Al Habib Salim Bin Abdullaah Asy Syatiri ra.
19
Al Habib Zein Bin Ibrohim Bin Smith Al Madani Al Yamani ra.
20
Al Habib Umar Bin Salim Bin Hafidz ra. Tarim, Yaman
BAB V

Keunggulan & Keberkahan Mondok

Plusnya Mondok Di Asy-Syifaa

Santri tidak hanya menerima ilmu dari Abuya dan para Mu’alimin, tetapi juga sering menerima materi pelajaran dan do’a dari Ulama-ulama Besar Dunia. Pesantren ini menjadi magnet bagi para Ulama Internasional untuk berkunjung, menyampaikan tausiah, dan mendoakan para santri.

Daftar Ulama & Habaib Internasional yang Berkunjung

Habib Umar
Yang Mulia Al Habib Umar Bin Muhammad Bin Salim Bin Hafidz
Rektor Darul Musthofa, Tarim - Yaman
Dua Kali Berkunjung:
1. Peletakan Batu Pertama (28 Muharram 1432 H / 3 Jan 2011 M).
2. Nara Sumber Multaqo Ulama Internasional Ke-12 & Peresmian "Sementara" Pembangunan (10 Okt 2018 M).
Habib Salim
Habib Saalim Bin ’Abdullah Bin ’Umar Asy-Syathiri ra.
Sultoonul ’Ilmi - Pengasuh Rubath Tarim
Meresmikan Majlis Pengajian Rutin & Do’a (24 Shafar 1432 H).
Habib Zein
Habib Zein Ibrahim Bin Sumaith Hafidzohulloh
Madinah Al-Munawwaroh
Menyampaikan ijazah beberapa surat Al-Qur’an & keutamaannya (29 Jumadi Awwal 1432 H).
Habib Muhammad Bin Abdulloh Aljunaed
Habib Muhammad Bin Abdulloh Aljunaed
Yaman
Koordinator Majlis Muwasholah Bainal Ulama Asia Tenggara.
Habib Umar Bin Zein Bin Semith
Habib Umar Bin Zein Bin Semith
Putra Habib Zein Bin Ibrohim
Al’aalim Al’allaamah.
Syekh Umar Bin Husain Al-Khatib
Syekh Umar Bin Husain Al-Khatib
Mufti Tarim - Yaman
Dari Ma’had Darul Musthofa.
Syekh Dr. Saif Bin Ali Bin Mohammad Al-Ashri
Syekh Dr. Saif Bin Ali Bin Mohammad Al-Ashri
Qatar / UEA
Guru Besar Univ. Zaid & Mufti Resmi Pusat Fatwa UEA.
Syekh Mush'ab
Syekh Mush'ab
Manchester, Inggris
Al'aalim Al'allaamah Addaa'i ilaLLah.
Habib Murtadlo Bin Tohir
Habib Murtadlo Bin Tohir
Hadromaut, Yaman
Cucu Pengarang Kitab Sulam Taufiq.
DR. Syeikh Abdul Fattah Bin Shaleh Quddais
DR. Syeikh Abdul Fattah Bin Shaleh Quddais
Yaman
Pengarang banyak kitab Fiqh, Tauhid, Adab, & Akhlak.
Syeikh Muhammad Yasir Al-Qudlbani Asy-Syami
Syeikh Muhammad Yasir Al-Qudlbani Asy-Syami
Yaman
Ulama Besar.
Dan tentunya masih banyak lagi Ulama dari Makkah, Madinah, Jedah, Amerika, Australia, Libia, Mesir, Thailand, Kamboja, Malaysia, Singapura yang tidak disebutkan satu persatu.
×